Upgrade ke Wordpress 2.6

Akhirnya saya mengupgrade blog saya ini ke Wordpress 2.6 Kalau dulu saya menggunakan plugin untuk upgrade, tetapi karena kali ini ada masalah, seperti yg saya tulis diposting yang lalu, maka kali ini saya mengupgrade lewat fantastico.

Proses upgrade sendiri berjalan lancar, dan sepertinya blog saya juga baik-baik saja :) Agak khawatir juga, soalnya denger2 ada yang jadi kacau blognya setelah upgrade

Blog dan Komentar

Saya pernah sepintas memperhatikan komentar di blog-blog orang, khususnya yang cukup populer. Biasanya blog yang ramai pengunjungnya, otomatis yang kasi komentar juga banyak. Ini bisa dilihat seperti di blog pak Budi Rahardjo, atau blognya Priyadi. Tetapi ternyata tidak semua seperti itu, blog Jendral TDA, pak Roni Yuzirman walaupun banyak pengunjungnya, dan sangat banyak backlink-nya, bisa dikatakan setiap member TDA pasang link kesana, ternyata komentarnya tidak begitu banyak.

Kalau lihat blognya pak Budi Rahardjo, setiap posting bisa sekitar 30-50 komentar atau di blog Priyadi orang bahkan berlomba-lomba untuk bisa menjadi komentator pertama dan satu tulisan bisa sampai lebih dari seratus komentar, tetapi di blog pak Roni bisa dibilang sepi-sepi saja, banyak tulisan tanpa komentar atau yang ada komentarnya masih dibawah 10 komentar pertulisan.

Dulu saya sempat menduga sebabnya karena di blog pak Roni dipasang shout box sehingga orang jadi merasa tidak perlu tulis komentar, tinggal komentar di shout box saja. Tapi sekarang setelah shout box dicopot ternyata komentar tidak begitu banyak juga.

Jadi saya menduga ada perbedaan karakter dari masing-masing pengunjung blog tersebut, atau bisa juga karena sudah terlanjur banyak yang komentar, orang-orang jadi seperti berlomba-lomba ngisi komentar, bahkan seperti ngabsen saja :)

Di blog saya sendiri walaupun tidak banyak, memang karena pengunjungnya juga masih belum banyak, komentar biasanya ada saja.

Tetapi bulan-bulan belakangan ini bisa dibilang tidak ada komentar sama sekali. Awalnya saya anggap memang pengunjungnya kali tidak tertarik mengisi komentar, tapi beberapa hari ini saya merasa ini bukan hal yang wajar, pasti ada sesuatu yang salah.

Ternyata memang benar, hari ini saya menerima email dari Koko, salah seorang pengunjung blog yang mengatakan kalau blog saya tidak bisa dikasi komentar karena ada error dari captcha. Saya tidak tahu persis sejak kapan plugin captcha error, tapi sepertinya sudah cukup lama. Saya juga tidak tahu pasti apa sebabnya, yang jelas pas saya pasang sudah saya coba dan tidak ada masalah.

Wordpress 2.6

Mulai kemarin Wordpress 2.6 sudah tersedia. Saya berencana upgrade seperti biasa dengan menggunakan plugin Wordpress Automatic Upgrade. Menggunakan plugin ini bisa dikatakan sangat mudah, tinggal next-next saja, seperti yang sudah pernah saya tulis diposting yang lalu, Upgrade ke Wordpress 2.5
Tetapi kali ini ternyata prosesnya tidak semudah itu. Ketika masuk ke proses update database, ada error message exec() has been disabled for security reason. :(

Tadi saya tanya ke penyedia hosting, katanya memang disable. Trus saya tanya lagi, dulu kayaknya ga masalah, apa baru-baru ini aja didisable. Dia bilang sepertinya iya :(

Ya sudah, saya mesti menunda upgrade ke 2.6 karena kalau mau upgrade mesti dilakukan secara manual.

Perlukah anak-anak belajar sempoa?

Sempoa menurut definisi wikipedia alat kuno untuk berhitung yang dibuat dari rangka kayu dengan sederetan poros berisi manik-manik yang bisa digeser-geserkan. Sempoa digunakan untuk melakukan operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan akar kuadrat.

Belakangan ini ditengah masyarakat banyak berdiri kursus-kursus menggunakan sempoa. Beberapa tahun yang lalu, sebelum orang ramai membuat kursus sempoa dan juga belajar sempoa, saya juga sempat tertarik belajar sempoa. Salah satu alasannya adalah karena kecepatan menghitung saya tidak begitu baik dan saya mendengar kalau sempoa bisa mempercepat kemampuan menghitung kita. Bahkan kalau kita sudah mahir, tidak perlu membawa sempoa kemana-mana, cukup dibayangkan dipikiran saja.

Continue Reading »

Dapat ‘hadiah’ dari Telkom

Kemarin saya ditelepon ke telepon rumah kalau saya berhasil mendapat hadiah televisi 29″ dari Telkom karena ,kalau tidak salah, menjadi pelanggan terbaik. Nanti ujung-ujungnya pasti minta ditransfer duit. Yang menyebabkan saya curiga adalah dia menyebut nama lengkap saya dalam kapasitas sebagai pelanggan Telkom. Terang saja saya curiga, soalnya nomor telepon itu tidaklah terdaftar atas nama saya.

Saya tanya “Bapak dapat data saya dari mana?”, dia jawab dari Telkom. Ketika saya bilang, pasti bukan, soalnya telepon itu terdaftar bukan atas nama saya. Dia sempat seperti bingung sejenak, kemudian dia tanya, terdaftar atas nama siapa, yang bayar teleponnya siapa. Saya jawab sekedarnya saja. Tidak berapa lama kemudian telepon ditutup.

Sejak ikut kuliah Sistem Keamanan Lanjut-nya pak Budi Rahardjo,  saya jadi menyadari pentingnya privasi data pribadi, dan akibatnya saya jarang mau memberikan data pribadi ke orang yang tidak dikenal tanpa adanya keperluan yang jelas dan kejelasan orang yang meminta informasi tersebut.

Yang sampai sekarang menjadi pertanyaan bagi saya, dari mana dia mendapat nama dan nomor telepon saya. Nomor telepon itu seingat saya tidak pernah saya pakai untuk mengisi formulir apapun yang mensyaratkan telepon rumah. Dirumah ada beberapa nomor telepon, dan yang saya pakai pasti yang lainnya. Sebabnya bukan apa-apa, supaya lebih pasti ada yang mengangkat telepon saja.

Yang aneh dari parkir Discovery Mall Kuta

Beberapa waktu yang lalu saya dan keluarga pergi ke Discovery Mall Kuta. Suatu mall yang bagus menurut saya, jarang-jarang ada mall yang punya pandangan ke pantai. Discovery Mall terletak dipinggir pantai Kuta. Dari dalam mall, kalau kita berjalan ke sisi barat mall, maka kita akan bisa keluar menuju pantai Kuta. Dari dalam mall kita juga bisa melihat pantai kuta.

Tapi ada yang aneh disana, parkirnya, apalagi kalau dibandingkan dengan parkir-parkir di mall pada umumnya.  Dari pengalaman saya pergi ke mall, ada dua jenis cara pembayaran parkir. Ada yang pas kita masuk dikasi tiket, pas keluar nanti baru kita membayar berdasarkan lamanya kita parkir, yang bisa diketahui dari tiket tersebut. Ada juga yang baru kita masuk sudah membayar, biasanya kita kena tarif flat, berapapun lamanya, tetap kena tarif yang sama.

Continue Reading »

Cara Praktis Membuat Yoghurt

Seperti diposting saya yang terdahulu, saya sudah berhasil membuat yoghurt sendiri. Jika pada awalnya saya membuat yoghurt dengan menggunakan susu cair yang sudah dipasteurisasi, belakangan saya membuat yoghurt dengan menggunakan susu bubuk.

Ada beberapa alasan saya menggunakan susu bubuk, diantaranya lebih praktis dan lebih murah. Kalau menggunakan susu cair, saya mesti memanaskan susu terlebih dahulu menggunakan panci pemanas sehingga mencapai susu yang diinginkan. Dari beberapa artikel yang saya baca, susu tidak boleh terlalu panas agar tidak rusak, jadi saya harus mengukur kenaikan suhu susu agar tidak menjadi terlalu panas.

Continue Reading »

Hasil Quick Count Pilkada Bali

Saat ini jam 14.00 Wita, telah diperoleh hasil quick count pilkada bali yang dikutip dari Metro TV. Quick Count ini diselenggarakan oleh Metro TV bekerja sama dengan Lembaga Survey Indonesia.

Hasil sementara quick count dengan data yang masuk sekitar 20% dari sample adalah untuk sementara pasangan Mangku Pastika-Puspayoga unggul dengan perolehan suara sekitar 54%, ditempat kedua pasangan Cok Budi Suryawan-Suweta 26% dan Winasa-Alit Putra ditempat ketiga dengan perolehan 20%.

Total sample yang dipakai adalah 400 TPS, jadi data yang masuk baru dari sekitar 80 TPS yang dipergunakan sebagai sample.

Pilkada Bali

Tadi pagi saya sudah mencoblos pilkada Bali untuk memilih Gubernur Bali yang baru. Ini adalah pertama kalimya pemilihan gubernur diBali yang diselenggarakan secara langsung. Saya mendapat informasi dari kakak saya, kalau dress code-nya adalah pakaian adat ringan. Jadi tadi saya berangkat ke TPS dengan mengenakan pakaian adat ringan. Petugas di TPS pun juga mengenakan pakaian adat ringan.

Dari ketiga pasang calon yang ada, saya melihat semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hari ini rakyat Bali memutuskan pilihannya, siapa yang akan menjadi pemimpin Bali. Dari surat panggilan untuk memilih yang saya terima, pemungutan suara berlangsung dari jam 7.00 pagi sampai jam 13.00 WITA. Setelah itu baru penghitungan suara dimulai. Biasanya hasil penghitungan suara resmi baru keluar dalam beberapa hari, tapi belakangan ini dengan adanya quick count, perkiraan hasil penghitungan suara sudah dapat diketahui dalam beberapa jam saja, dan hasilnya pun cukup akurat.

Dari yang saya perhatikan, dari pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah, selama kampanye banyak janji-janji yang terucapkan, yang tak jarang menguap entah kemana setelah yang bersangkutan terpilih. Untuk itu iseng-iseng saya mengumpulkan koran minggu-minggu belakangan ini, yang nanti setelah gubernur terpilih akan saya kumpulkan berita-berita yang berisi janji-janji beliau selama masa kampanye, agar bisa tahu seberapa banyak yang bisa dipenuhi setelah menjabat. Memang banyak juga janji-janji yang diberikan tidak terukur, sehingga sulit mengetahui apakah yang bersangkutan sudah melaksanakan janjinya apa belum.

Membuat Yoghurt Sendiri

Saya memang suka minum(atau makan ya?) yoghurt. Kebiasaan ini bermula sejak saya tinggal diBandung. Disana yoghurt dapat diperoleh dengan harga yang relatif murah. Banyak industri rumahan yang menjual yoghurt, dan produksinya dijual juga di super market. Biasanya saya membeli yoghurt yang plain, kemudian saya beri rasa saat saya akan meminumnya. Kadang saya campur dengan strawberry, raspberry atau sekedar diberi gula saja.

Sejak saya pindah ke Denpasar, saya tidak pernah minum yoghurt lagi. Di Denpasar yoghurt relatif mahal, mungkin karena yoghurt yang dijual disini kebanyakan produk import atau buatan merek yang terkenal. Membuat yoghurt sendiri saya rasa(waktu itu) terlalu rumit.

Beberapa hari yang lalu, saat menunggu anak sekolah di Denpasar Children Centre, saya ketemu dengan orang tua murid yang biasa membuat yoghurt sendiri. Dia bilang membuat yoghurt sendiri itu gampang kok, dan berjanji akan mengirimkan resepnya lewat email.

Continue Reading »

Next Page »