Cara Praktis Membuat Yoghurt
Seperti diposting saya yang terdahulu, saya sudah berhasil membuat yoghurt sendiri. Jika pada awalnya saya membuat yoghurt dengan menggunakan susu cair yang sudah dipasteurisasi, belakangan saya membuat yoghurt dengan menggunakan susu bubuk.
Ada beberapa alasan saya menggunakan susu bubuk, diantaranya lebih praktis dan lebih murah. Kalau menggunakan susu cair, saya mesti memanaskan susu terlebih dahulu menggunakan panci pemanas sehingga mencapai susu yang diinginkan. Dari beberapa artikel yang saya baca, susu tidak boleh terlalu panas agar tidak rusak, jadi saya harus mengukur kenaikan suhu susu agar tidak menjadi terlalu panas.
Selain itu kalau saya menggunakan panci pemanas untuk proses inkubasi, pada bagian bawah panci ada sedikit bekas susu yang terbakar, yang agak susah dibersihkan. Walaupun suhu inkubasi hanya sekitar 45 derajat celcius, tapi karena proses inkubasi cukup lama, tetap saja ada bekas suu terbakar didasar panci.
Dengan menggunakan susu bubuk, proses pembuatan yoghurt menjadi sangat praktis. Mula-mula bibit yoghurt dikeluarkan dulu dari kulkas kira-kira 1 jam sebelum pembuatan yoghurt agar suhunya mendekati suhu ruang. Selanjutnya saya membuat susu dari susu bubuk. Pada saat pertama kali saya membuat yoghurt, saya mula-mula mengukur suhu air panas dan air dingin dari air dispenser dari mencari perbandingan yang pas agar diperoleh suhu sekitar 50 derajat. Ternyata dengan perbandingan air panas dan air dingin yang sama akan diperoleh suhu sekitar 50 derajat. Untuk dispenser yang berbeda, mungkin diperoleh hasil yang sedikit berbeda.
Saya menggunakan termos logam untuk membuat yoghurt. Sebelum dipakai, sebaiknya termos disterilkan terlebih dahulu. Yang saya lakukan adalah menuang air panas kedalam termos, menutupnya, kemudian memutar-mutar agar semua bagian termos terkena air panas, kemudian air panas itu saya tuang ke gelas, yang didalamnya ada sendok dan termometer suhu.
Selanjutnya termos diisi air panas dan air dingin sesuai dengan perbandingan tadi, kemudian ditambahkan susu bubuk, diaduk sampai rata. Sebenarnya suhu tidak perlu diukur lagi, tapi biasanya tetap saya ukur untuk memastikan. Kemudian saya tuangkan bibit yoghurt dan diaduk perlahan sampai rata.
Termos kemudian ditutup raat-rapat dan dibungkus dengan kain yang agak tebal supaya panasnya tidak mudah hilang. Kira-kira 12 jam kemudian, termos sudah bisa dibuka dan yoghurt sudah jadi.



mohammadfatur on 22 Jul 2008 at 5:57 pm #
maaf, ini bibit yoghurt dapat saya peroleh darimana yahh??
Agung Cahyawan reply on July 22nd, 2008 8:28 pm:
Pakai saja yoghurt yang sudah jadi, bisa dibeli di supermarket(yoghurt plain) Merek apa saja, yang penting ada tulisan “live culture”, saya pakai merek yummy.
hherawati on 25 Jul 2008 at 8:49 pm #
kirim kesini dooooong mau rasain bikinan loe kayak apa.. enak nggak?